• Statcounter

    free page hit counter

TAYANGAN SINETRON TELEVISI

Ingatkah kita sama sinetron televisi tahun 1980 atau 1990 an, seperti Losmen, ACI (Aku Cinta Indonesia), Rumah Masa Depan, Jendela Rumah Kita, dll. Kalau kita pernah melihat sinetron yang pernah tayang di TVRI tersebut, Tentunya kita bisa menilai perbedaannya dengan sinetron saat ini.

Jalan cerita yang mengangkat kehidupan masyarakat indonesia saat itu, dan dengan cerita yang tidak dibuat-buat dan pemain yang mendalami perannya dengan baik, dan bisa kita lihat penampilan make-up para pemain dan baju yang tak terlalu mencolok. Itu merupakan sebagian perbedaan yang ada.

Tidak memungkiri kalau dalam produksi sebuah sinetron memerlukan biaya yang tidak sedikit, peran sponsor sangat dibutuhkan dalam proses pembuatannya, termasuk dengan make-up dan baju ataupun properti lain yang dipakai pemain.

Bukan berarti pemain sinetron saat ini tidak bagus dalam memainkan perannya, tetapi mungkin tuntutan skenario dan pertimbangan keuntungan yang bisa didapat bisa menjadi penyebab sinetron saat ini menjadi tidak variatif dan kurang menghibur. Cerita yang hampir semua mengangkat tema tentang percintaan remaja, saling memperebutkan harta warisan, sampai memperlihatkan kelicikan, kekejaman, bahkan pembunuhan dengan mimik wajah dan pandangan mata yang terlalu berlebihan.

Bisa kita bayangkan tiap hari kita disuguhi tontonan tersebut pada jam tayang yang memungkinkan anak-anak yang belum cukup umur untuk menontonnya. Bagaimana kalau sinetron tersebut ditonton anak-anak kecil yang masih dengan kepolosannya, apakah semua ini adil bagi mereka? Karena mereka pun tidak punya alternatif tontonan sinetron seusia mereka. Meskipun saat ini sinetron lebih mengedepankan pemain muda atau bahkan anak-anak, tetapi cerita yang disajikan tidak sesuai dengan umur mereka. Tentunya hal tersebut bisa mengganggu proses tumbuh kembang mereka, konsentrasi pada pelajaran sekolah, pola pikir dalam kehidupan mereka. Mungkin sebagian kita menganggap tayangan sinetron tersebut hal wajar , dan menganggap hanya sebagai hiburan atau tontonan. Tetapi bisakah kita sejenak berfikir dan melakukan usaha untuk menyelamatan generasi masa depan bangsa Indonesia.

Sinetron saat ini lebih banyak menampilkan pemain muda atau pemain pendatang baru yang berusia muda. Seolah dunia hanya milik para remaja, dengan pakaian seragam sekolah yang sudah dimodifikasi mereka bahkan tidak perlu harus menghafal rumus matematika, ataupun membahas pelajaran sekolah. Hanya satu yang mereka lakukan yaitu pacaran! ( mencari cowok/ cewek ). Tetapi hal ini juga karena pertimbangan keuntungan yang akan didapat dalam sebuah produksi sinetron.

Satu Tanggapan

  1. Seharusnya sinetron sekarang harus bisa mendidik kearah lebih baik..bukan malah sebaliknya…sinetron sekarang malah ajarin kekerasan…masak masih kecil udah jahat ma teman2nya…gmn ga terpengaruh tuh yang liat..
    http://www.infogue.com

Tinggalkan Balasan